SETING NETWORK TIME PROTOCOL (NTP) CLIENT DI MIKROTIK

Selamat siang sahabat dunia maya, gimana kabar kalian semua,,?? semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin. Sudah lama nih ane gak update blog ane, sebenarnya banyak yang ingin ane share ke temen-temen tapi pada siang hari yang cukup cerah ini ane mau share tentang cara seting waktu di mikrotik. Kenapa waktu di router mikrotik harus di set sesuai waktu yang sebenarnya,,?? karena itu akan sangat mempermudah kita dalam mengetahui apapun yang terjadi pada router kita, kita bisa dengan mudah membaca log mikrotik karena tanggal dan jam nya sesuai dengan waktu yang sebenarnya, selain itu kita juga akan mudah dalam membuat sebuah penjadwalan di mikrotik (scheduler). Contohnya kita bikin jadwal setiap jam 6 pagi router akan melakukan reboot secara otomatis dan lain sebagainya. Nah itu pentingnya kawan kita harus set time di mikrotik sesuai dengan waktu yang sebenarnya.

secara default apabila kita set time mikrotik secara manual tanpa set NTP client maka yang akan terjadi ketika router itu kita restart maka setingan waktu yang telah kita seting tadi akan berubah menjadi waktu default mikrotik, maka dari itu kita perlu set NTP client di mikrotik kita agar waktu yang telah kita seting tidak berubah ke default setelah router di restart atau restart otomatis.

Oke kita langsung aja ke TKP yuukk,,,,

Langkah Pertama

langkah pertama kita masuk ke menu system → NTP Client (untuk versi 6 menunya system -> SNTP Client)

screenshot_2016-09-07_13-51-20

kemudian akan muncul kotak dialog, klik enable kemudian pada bagian mode pilih “unicast”, setelah itu pada bagian “Primary NTP Server” dan “Secondary NTP Server” ketik alamat NTP Server yang ada di internet, misalakan pada percobaan ini saya menggunakan NTP Server dengan alamat asia.pool.ntp.org untuk primary nya kemudian untuk secondarynya pool.ntp.org.

2-1

Nb : Abaikan saja apabila tulisan berwarna merah, karena apabila router sudah terkoneksi ke internet maka alamat tersebut akan berubah menjadi alamat ip secara otomatis.

Langkah Ke Dua

Setelah kita melakukan seting NTP Client maka selanjutnya kita seting waktu dan tanggal di router kita. Oke langkahnya adalah klik menu System -> clock. Setelah itu kita set “Time” dan “Date” serta “Time Zone Name”.

3

Oke proses seting selesai, dengan begini ketika router restart otomatis atau di restart konfigurasi waktunya tidak akan berubah ke default.

Silahkan download ebook nya di sini yaaa

Posted in Artikel, Mikrotik | Tagged , , , , , , | Leave a comment

SHARE FOLDER DI LINUX MENGGUNAKAN SAMBA

Selamat siang teman-teman, bagaimana kabar teman-teman sekalian ini,,?? Semoga selalu sehat dan tetap berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin. Pada siang bolong mlompong ini ane akan sedikit berbagi tutorial ama temen-temen tentang cara share folder di linux menggunakan samba. Hayoo yang pengen belajar bikin share folder antara windows sama linux baca nih tutorial sampek selesai di jamin dah bakal pusing kepala ente,,, eehh salah di jamin bakal sukses konfigurasinya dan faham langkah-langkah dalam mengkonfigurasi samba supaya bisa share folder antara windows dengan linux.

Tutorial ini bebas digunakan untuk linux versi apa saja, mau pake Ubuntu, debian, fedora centos atau yang lainnya monggo silahkan sesuai selera. Akan tetapi penulis menggunakan debian dalam pembuatan tutorial ini, jadi apabila teman-teman yang pake debian atau Ubuntu patut senyam senyum sendiri, hehe buat linuxer yang pake linux lain nanti paling perintah-perintahnya yang agak berbeda tetapi tetep konsepnya sama saja.

Ok sebelum kita masuk ke langkah-langkah konfigurasi kita buat dulu gambaran topologinya biar temen-temen bener-bener faham konsepnya. Kata dosen ane yang namanya pak Topik, zaman sekarang itu banyak orang yang pinter tapi tidak faham konsep, makanya selain ane bikin tutorial buat langkah-langkah instalasi ane jg pengen memahamkan konsep sama temen-temen biar temen-temen bener-bener faham. Kurang lebihnya gambaran topologinya adalah sebagai berikut…

Pada gambar di atas terdapat dua buah computer yang satu pake OS windows yang satu lagi pake os linux, pada kasus ini kita akan mengshare sebuah folder yang berada di computer linux, misalkan nama foldernya adalah “data. Kemudian kita akan melakukan testing melalui computer windows.

Ok berikut adalah langkah-langkah instalasi dan konfigurasinya selamat membaca dan selamat mencoba…

  1. The first step adalah instalasi paket samba di computer linux. Hayoo udah pada bisa apa belum menginstall paket/aplikasi di linux,,?? Kalo belum silahkan belajar lagi, hehe. Karena dalam tutorial ini ane pake os debian maka berikut adalah perintah untuk menginstal paket samba.

1 instalasi samba

  1. Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi samba sesuai dengan kebutuhan. Pada tutorial ini penulis membuat satu folder di linux yang bisa di akses oleh computer windows yang berada dalam satu jaringan dengan computer linux. Jadi tidak perlu memasukkan username dan password untuk mengakses folder terebut.

2 konfigurasi samba      Setelah melakukan konfirugasi jangan lupa untuk merestart service samba. Berikut adalah perintah untuk merestart service samba.

2.1 restart service samba

3. Setelah kita melakukan konfigurasi kita buat folder “data” di /home.

3 membuat direktori data

4. Setelah kita buat direktori “data” di /home maka kita ubah hak akses direktori “data”.

4 mengubah hak akses

5. Setelah semua proses diatas, sekarang waktunya kita melakukan pengecekan melalui computer windows.

6 browse serverCara membuka server adalah dengan mengetik \\192.168.137.10 ip 192.168.137.10 adalah ip computer linux. Pada percobaan ke dua saya mencoba lakukan copy file ke computer linux.

7 tahap ke 2Demikian tutorial dari saya semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman sekalian,,,, selamat mencoba,,, Salam semangaattt,,,

download ebooknya disini yaaa,,,,

Posted in Debian | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Redirect HTTPS di hotspot mikrotik Versi 6

Selamat sore agan-agan kemarin ane udah share tentang redirect https di hotspot mikrotik, tetapi kemarin ane menggunakan mikrotik versi 4. Setelah ane melakukan pada router mikrotik terbaru (versi 6) ane menemukan sedikit perbedaan gan. Bedanya kalo di mikrotik versi terbaru kita bias create certificate ssl sendiri gan,,, tuh kan udah canggih daripada mikrotik versi sebelumnya. Hihihi jadi gak bingung-bingung lagi kalo mau buat ssl certificate.
Sebelum agan mencoba tutorial ini sebaiknya agan sudah bisa menginstal hotspot di mikrotik. Biar gak kesulitan gt gan dalam mengikuti step by step dalam tutorial ini.
Seperti biasa sebelum kita melakukan siapkan dulu bahan-bahan berikut ini gan, yang pertama adalah rasa ingin tau agan harus gedhe, kalo bisa segedhe gunung uhud gan.. haha yang kedua kopi kapal api panas, biar gak ngantuk gan. Terakhir makanan ringan gan biar gak suntuk gt gan kalo nanti percobaan pertama dan kedua masih gagal. Hihi
Kalo bahan-bahan sudah siap semua sekarang saatnya kita ke TKP gan. Berikut adalah langkah-langkah seting redirect https di hotspot mikrotik versi 6 :
1. Membuat Certificate
Untuk membuat certificate masuk ke menu system -> Certificates

1 copyKemudian buat certificate baru dengan menekan tombol “+”.

2Kemudian isi kolom sesuai dengan kondisi agan-agan sekalian. Gak harus sama ama tutorial ane.

3Kalo sudah selesai mengisi kolom-kolomnya silahkan tekan Apply dan OK dan hasilnya…. Tarararara

42. Sign CA
Langkah kedua adalah sign Certificate Authority (CA). Klik cert1 yang telah kita buat kemudian pilih menu “sign”, kemudian pilih certificatenya, kemudian pilih “sign” setelah itu klik Apply and OK.

5 copy

Dan hasilnya adalah sebagai berikut…

6
3. Seting Server Profile Hotspot
Langkah selanjutnya adalah seting profile hotspot supaya bisa redirect https. Langkahnya masuk menu IP -> Hotspot -> Server Profiles -> Login kemudian centang bagian “https”

7 copy4. Uji Coba

ini adalah hasil uji coba melalui browser.

1pilih “Add Exception”

2

kemudian pilih “Confirm Security Exception”

3tararara tuh halaman loginnya alamatnya udah pake protokol https,,,,
selamat mencoba yaaa,,,,

 

Posted in Artikel, Mikrotik | Tagged , , , , , | Leave a comment

Redirect HTTPS DI Hotspot MikroTik

Selamat sore agan agan semua, maaf nih ane baru update blog ane lagi, maklum saja gini gini ane mahasiswa paling malas se Indonesia gan,,, hloohh py to kik,,, hehe sory gan, maksud ane kemarin-kemarin ane males banget mau nulis, yaahh maklum lah kalo mood lagi gak bersemangat maka nulis pun jadi males gan,,,,😀

untuk tutorial kali ini ane mau share tentang gimana sih caranya biar kita buka halaman https://google.com maka secara otomatis akan terredirect ke halaman login. Jangan kemana-mana ya gan ane segera kembali, ane mau ambil kopi kapal api dulu di dapur,,,, jangan lupa agan juga harus siapin tuhh kopi terserah mau merk apa aja yang penting halal… haha,,,

sebelum agan mencoba tutorial ini agan harus sudah berhasil seting hotspot di mikrotik. Jadi ketika client membuka alamat http://google.com maka secara otomatis akan terredirect ke halaman login MikroTik baru agan coba nih tutorial biar gak bingung gt gan,,,, oya versi mikrotik yang ane gunakan adalah versi 4 untuk langkah-langkah yang versi 6 tunggu tutorial selanjutnya yaa gan,,, J

Ok kopi ane sudah siap, laptop ane jg sudah siap di gunakan untuk bertempur sekarang saatnya ane share ke agan langkah-langkahnya. Berikut langkah-langkahnya gaann :

  1. Membuat File Certificate

Langkah membuat certificate pada mikrotik di bawah versi 6 maka harus membuat certificate sendiri baru di importkan ke mikrotiknya. Kebetulan pada tutorial ini saya create certificate pake openssl di debian 7.1.
sebelum create certificate install dulu paket openssl dan ssl-cert
berikut perintahnya

1

Tunggu hingga proses di atas selesai, kemudian baru kita buat file certificateny. Kemudian ketik perintah sesuai dengan gambar dibawah ini

# openssl genrsa -des3 -out wifi.key 1024

2_perintah1

pada langkah ini kita mengisi pass phrase untuk wifi.key

langkah selanjutnya kita ketik perintah
# openssl req -new -key wifi.key -out wifi.csr

3_perintah2

Ketik password wifi.key yang tadi telah dibuat pada perintah pertama.

Langkah selanjutnya ketik perintah

# openssl x509 -req -days 10000 -in wifi.csr -signkey wifi.key -out wifi.crt

4_perintah3

Ketik password untuk wifi.key yang tadi telah dibuat. Dan hasilnya adalah ini, file yang akan di upload ke mikrotik adalah file wifi.key dan wifi.crt.

5_hasil

  1. Upload Certificate File
    copy file certificate crt dan wifi.key 

1_copy file

Kemudian buka winbox dan masuk ke menu ‘files’ kemudian klik tombol paste,,,

2

Dan ini hasilnya
3

  1. Import Certificate File

Kita sudah mengupload certificate yang telah kita buat dengan openssl di mikrotik, langkah selanjutnya adalah mengimport sertifikat yang telah kita upload. Untuk melakukan proses import pilih menu System -> Certificates

1 copy

 

Kemudian import file wifi.crt nya terlebi dahulu,,,,

2

Pada bagian passphrase kita masukkan passphrase yang telah kita buat pada saat kita membuat wifi.key. dan ini hasilnya

3

langkah selanjutnya import file wifi.key.

4

Dan ini hasilnya,,,, import file wifi.key berhasil apabila pada bagian sebelum ‘Name’ muncul tulisan KR…

5

  1. Seting Profil Server Hotspot

Langkah selanjutnya adalah seting profil server hotspot.

1

Centang bagian HTTPS kemudian pilih SSL Certificate sesuai dengan yang tadi kita seting. Kemudian klik Apply dan OK.

  1. Proses Uji Coba

1

Pilih “Add Edception”

2

Pilih “Confirm Security Exception”

3

Tuh tampilan login nya alamatnya sudah https, berarti konfigurasi kita sudah berhasil gan. Bagi agan-agan yang ingin ebooknya nih saya sediain link downloadnya, silahkan download disini,,,, selamat mencoba yaa, jangan mudah menyerah, coba terus sampai berhasil,,,, hehehe.

Posted in Artikel, Mikrotik | Tagged , , , , | Leave a comment

KONFIGURASI VIRTUALHOST DI NGINX PADA DEBIAN WHEZZY

Selamat sing menjelang sore kawan-kawan semua, gimana nih kabar temen-temen di awal pekan dan di pekan terakhir di tahun 2013,,?? Semoga temen-temen tetep sehat dan tetep semangat yaa dalam bekerja di tempat kerja masing-masing. Eehh kok jadi ngalor ngidul gini yaa hehe.

ya udah deh sekarang aku bakalan to the point deh ama temen-temen, pada siang yang agak mendung ini saya akan berbagi kepada temen-temen tentang konfigurasi virtualhost di nginx pada debian 7. Sebelum kita masuk pada materi kita kenalan dulu yuk ama nginx, sebenarnya apa sih nginx itu,,?? Apakah sebangsa manusia atau jinn,,, uuuppsss kok malah ngelantur, ok daripada ngelantur kita cari tau yuk jawabannya. Nginx itu merupakan aplikasi web server sama seperti apache, tetapi keduanya memiliki perbedaan. Perbedaan utama antara nginx dan apache adalah pada arsitekturnya. Dimana apache merupakan arsitektur process-based dan nginx merupakan arsitektur event-based. Disinilah letak keunggulan nginx daripada apache dimana dengan mengusung arsitektur event-based yang memanfaatkan seminimal mungkin thread untuk memproses request dari user, sehingga memori yang terpakai di nginx menjadi minimal. Karena memori yang dipakai sangat kecil, hasilnya server menjadi ringan dan jauh lebih responsif.

Wah maaf nih reader, ane jadi bicara panjang lebar, hehe.. mungkin begitu sih perbedaan antara nginx dan apache menurut pengetahuan ane. Ok sekarang kita masuk yuk ke proses konfigurasi virtualhost dinginx. Sebelum masuk ke proses konfigurasi temen-temen perlu mempersiapkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Kopi Kapal Api
  2. Temen-temen juga harus sudah menginstal aplikasi nginx di computer masing-masing. Apabila temen-temen belum menginstallnya silahkan menuju halaman ini
    (alamat wisnucahsolo.wordpress.com)
  3. Temen-temen juga harus menginstal aplikasi dns server (bind9) dan telah mengkonfigurasinya. Apabila temen-temen belum menginstal dan melakukan konfigurasi dns server silahkan menuju halaman ini
    (alamat wisnucahsolo.wordpress.com)
  4. Kesabaran dalam melakukan experiment (ini yang terpenting, kalo gak sabar mungkin laptopnya udah kalian banting yaa,,, hha just kidding lhooo,,,)

Sekarang kita masuk ke konfigurasi yuuukkk,,,
ok perlu di ketahui oleh temen-temen kalo ip server yang di gunakan pada tutorial ini adalahsebagai berikut :
ip address           114.141.15.246

Netmask              255.255.255.0

 

 disini saya akan menyediakan 2 subdomain yang pertama adalah www.whynotes.com dan yang kedua adalah www.wisnucahsolo.com. Langkah pertama buka edit file /etc/nginx/nginx.conf, berikut adalah perintahnya

 root@whynotes:~# nano /etc/nginx/nginx.conf

Cari baris http{   }, kemudian edit filenya sesuai dengan bagian yang telah di beri kotak warna putih pada gambar di bawah ini,,,

 1

Setelah itu kita tambahkan script html di direktori root sesuai dengan yang telah kita konfigurasikan di file nginx.conf. www.whynotes.com direktori rootnya adalah /var/www/www dan www.wisnucahsolo.com direktori rootnya adalah /var/www/file.

root@whynotes:~# nano /var/www/www/index.html

kemudian edit filenya sesuai dengan gambar di bawah ini

2

setelah itu save file, dan keluar.

 

yang ke dua kita harus membuat file direktori untuk www.wisnucahsolo.com

root@whynotes:~# nano /var/www/file/index.html

kemudian seting sesuai gambar di bawah ini…

3

save dan keluar dari text editor. Kemudian restart service nginx nya dengan perintah

4

sekarang tinggal di cek dengan menggunakan lynx apabila ngecek dari server langsung, atau kita sambungkan computer client (windows) dan konfig ipnya satu kelas dengan ip server. Pada contoh kali ini saya menggunakan computer windows dengan konfigurasi

ip address           114.141.15.245

netmask              255.255.255.0

dns                         114.141.15.246 (ip server)

alamat http://www.whynotes.com

 
4

alamat http://www.wisnucahsolo.com

 5

Sekian tutorial dari saya, semoga bermanfaat bagi temen-temen, selamat belajar yaaaa,,, J

Posted in Artikel, Debian | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Instalasi Web Server Nginx di Debian Squeeze

selamat pagi temen-temen wisnucahsolo yang berbahagia, bagaimana kabar temen-temen pada sabtu pagi yang cerah ini,,?? Semoga temen-temen selalu di beri kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT, Aamiinn.

 Ok pada pagi yang cerah ini saya akan sedikit share tentang instalasi web server nginx di debian, sebelum masuk ke proses instalasi pasti temen-temen bertanya-tanya dalam fikiran, nginx itu apa sih,,?? dan bedanya nginx ama apache itu apa yaa,,?? Menurut ane nih nginx itu fungsinya tidak berbeda jauh dengan apache, yaitu sebagai service web server. Dan masalah perbedaan antara nginx dan apache kalo menurut pengetahuan ane yang ane dapet dari para suhu-suhu yang udah jago dalam bidang server, bedanya nginx dan apache adalah pada penggunaan memori RAM, kalo nginx itu lebih irit memori sehingga kinerja server menjadi lebih ringan, berbeda dengan apache yang penggunaan memorinya besar, sehingga kinerja server juga berat. Tapi yang pasti alasan utamanya bukan itu, mungkin ada reader yang sudah tau tentang perbedaan antara keduanya bisa di share di command yaa,,, hehe maaf nih penulis agak kurang faham dengan perbedaan antara keduanya….

Ok setelah cerita dari utara mpek selatan kita langsung saja menuju proses instalasi nginx. Langkah pertama adalah kita harus update repo di mesin debian kita. Berikut perintah-perintahnya…

root@nginx:~# nano /etc/apt/source.list

 1_isi sourcelist

Tuliskan alamat repo sesuai dengan yang ada di gambar tersebut. Setelah selesai simpan dan keluar, kemudian ketik perintah apt-get update untuk mengupdate repo mesin debian kita.

 root@nginx:~# apt-get update

 1_update repo

 setelah itu install nginx dengan perintah apt-get install nginx

 root@nginx:~# apt-get install nginx

nah setelah proses intalasi selesai, kita buat direktori /var/www untuk menyimpan file index.html. ketik perintah mkdir /var/www

 root@nginx:~# mkdir /var/www 

kemudian buat file index.html….

 root@nginx:~# nano /var/www/index.html

 4_isi indexJangan lupa start dulu service nginx nya,,,,

 root@nginx:~# /etc/init.d/nginx start

setelah selesai membuat file index.html kita bisa melakukan tes dengan menggunakan komputer client yang di beri ip satu network dengan debian servernya, atau untuk melakukan tes kita bisa menginstal aplikasi lynx di mesin debiannya. Berikut cara instalasi lynx. Langkah pertama adalah kita harus update repo dulu, pada tutorial kali ini saya menggunakan repo debian 7. kemudian instal lynx dengan mengetik perintah

 root@nginx:~# apt-get install lynx

setelah lynx terinstal kita bisa mengecek web server, ketik perintah

 root@nginx:~# lynx IP_ADDRESS

 6_lynx

ok tutorial instalasi web server nginx sudah selesai,,, semoga bermanfaat,,,,

untuk ebooknya bisa di download di sini,,,

Posted in Artikel, Debian | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

LIMIT BANDWIDTH BERDASARKAN EKSTENSI FILE DI MIKROTIK

Selamat malam menjelang pagi pembaca yang budiman, dah lama bgd niihh gak nulis postingan (maklum namanya jg pengacara alias pengangguran banyak acara jadi yaa jarang posting niihh) pada artikel ini saya sedikit share tentang limit bandwidth berdasarkan ekstensi file (iso, exe, mp3) di mikrotik. Mungkin di internet udah banyak yang posting artikel tentang ini, selain untuk share kepada pembaca yang budiman, artikel ini juga bertujuan sebagai media dokumentasi (biar gak lupa gt deecchh).

Limit bandwidth berdasarkan ekstensi (.iso, .exe, . mp3, dll) merupakan suatu metode limit bandwidth dimana limitasi bandwidth berdasarkan ekstensi file yang di download ataupun di upload. Contoh nih ya, bagi kita admin jaringan atau operator warnet pasti merasa jengkel dengan user yang suka download seenaknya, kita bisa limit tuh user berdasarkan ekstensi file yang sering ia download. Misal user di warnet sering download file mp3, maka kita bisa limit bandwidthnya berdasarkan ekstensi file mp3. Contoh pada artikel ini menggunakan file berekstensi .iso, jadi limit nya akan berpengaruh pada file berekstensi .iso. Bagi pembaca silahkan menggunakan file ekstensi sesuai dengan kebutuhan, tidak harus ekstensi .iso kok…

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengkonfigurasi limit bandwidth berdasarkan ekstensi di mikrotik. Selamat membaca yaa…..

  1. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah seting firewal – layer7 protocol.

1.0

Klik menu IP -> Firewall -> Layer7 Protocols. Setelah melakukan perintah di samping kemudian tambahkan firewall layer7 dengan menekan tombol yang bertanda +. Isikan Name (pengisian nama ini terserah, tetapi alangkah baiknya pemberian nama sesuai dengan firewall yang akan di buat, misal pada contoh di atas namanya iso). Kemudian isikan juga pada kolom Regexp dengan nama ekstensi file. Pada contoh di atas adalah ”\.(iso)” (tanpa tanda petik) jadi ekstensi filenya adalah .iso. Setelah selesai mengkonfigurasi klik Aply kemudian OK.

2.    Langkah kedua kita buat mark-packet di firewall mangle,,,

2.0Pada bagian ”General” pada kolom ”Chain” pilih ”prerouting”

3.0Selanjutnya kita masuk ke tab ”Advanced”, pada bagian ”Layer7 Protocols” kita isi dengan nama firewall Layer7 Protocols yang telah kita buat tadi. Pada contoh artikel ini namanya adalah ”iso” jadi sesuaikan dengan nama yang anda buat.

4.0Langkah selanjutnya kita menuju tab ”Action”, seting sesuai dengan gambar di bawah ini. Pada bagian ”Action” pilih ”mark packet”, kemudian pada bagian ”New Packet Mark” beri nama ”iso” (sesuaikan nama mark packet sesuai dengan keinginan anda, yang penting nama mark packet mudah diingat). Kemudian hilangkan tanda centang pada bagian passthrough. Kemudian klik Aply dan OK.

43.   Langkah terakhir kita seting queue tree sebagai limit bandwidth nya

5.0Langkah terakhir yaitu kita setting bandwidthnya dengan menggunakan ”queue tree”. Klik menu Queues -> Queue Tree. Kemudian untuk menambahkan queue tree klik tanda +. Seting queue nya seperti gambar di atas.

Sekian tutorial dari saya semoga bermanfaat yaa untuk kawan2 semua,,,
tiada sesuatu yang sempurna, termasuk artikel ini, jadi apabila ada kesalahan mohon koreksinya yaa teman-teman,,,,

Selamat mencobaa !!!!!!!

untuk ebook artikel ini silahkan download di sini

Posted in Artikel, Mikrotik | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment